Breaking
Loading...
Recent Posts

Malam Akbar Harry Kane


Jadi pecundang di Euro 2016, Harry Kane menyatakan kesiapannya untuk menjelma jadi protagonis Inggris di Piala Dunia 2018!

Pro serta kontra mengikuti ketentuan pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, saat menunjuk Harry Kane sebagai kapten timnya di Piala Dunia 2018.

Bukanlah tanpa ada argumen, lantaran bila tolak ukurnya cuma masalah gol terang Kane tidak tertandingi, lantaran tidak ada yang lebih tajam darinya di Inggris dalam tiga th. paling akhir. Kenyataannya kian lebih ini, lantaran sosok kapten semestinya mempunyai kharisma, mental tidak tipis, serta memperoleh tertarik tinggi dari beberapa rekanan setimnya.

Kane rawan mempunyai tiga segi paling utama ini. Usianya masih tetap 24 th., koleksi capsnya belum hingga tiga digit, serta baru ikuti satu turnamen besar internasional. Seniornya seperti Gary Cahill, Ashley Young, atau Jordan Henderson dilihat lebih layak diambil jadi kapten.

Umum Inggris juga sedikit trauma dengan kiprah Kane di turnamen akbar berbarengan Inggris pada Euro 2016 lantas. Alih-alih bercahaya selesai jadi topskor Liga Primer Inggris, bomber Tottenham Hotspur ini malah jadi pecundang.

Kane tidak berhasil cetak satu gol juga dari empat partai yang dijalani serta jadi bahan lelucon saat Inggris disingkirkan Islandia pada babak 16 besar. Fanatik Tim Tiga Singa takut sang bintang muda jadi lelucon semakin besar bila jadi kapten di arena yang lebih akbar, seperti Piala Dunia.

Tetapi Southgate berdalih bahwa kebijakannya didasarkan untuk hari esok Inggris yang tambah baik. " Adalah hal yang baik untuk tim untuk mempunyai kapten yang tunjukkan bahwa sangatlah mungkin saja dianya jadi satu diantara yang paling baik didunia kurun waktu berkelanjutan, " katanya, seperti ditulis BBC Sports.

Southgate juga tidak sekonyong-konyong keluarkan ketentuan itu. Kane diberinya keyakinan empat kali jadi kapten dalam enam caps paling akhir saat sebelum penunjukan. Satu partai eksperimen mendekati Piala Dunia 2018, juga dikhususkan buat Si Nomer 9 menjajal status barunya yang prestise.

Benar saja, permulaan dahsyat segera diberikan Kane pada Inggris dalam malam akbar di Volgograd Arena. Hadapi Tunisia dalam bentrok pembuka Group F Piala Dunia 2018, The Three Lions dibawanya menang 2-1 melalui langkah yang menggugah adrenalin.

The Hurri-Kane memborong seluruhnya gol kemenangan Inggris. Dia membukanya pada menit ke-11 dengan optimalkan ketegangan sepak sudut serta menutupnya di saat inury time dengan cara yang hampir sama.

Tetapi kian lebih sebatas gol, lantaran sepanjang pertandingan Kane tunjukkan kematangan seperti bintang besar. Tak ada lagi kegugupan, ketentuan asal-asalan, ataupun mimik membeku pada berwajah seperti di Euro 2016 lantas.

Kane di Piala Dunia 2018 itu adalah sosok yang betul-betul tidak sama. Ban kapten yang tersemat di lengan memacunya untuk tenang selama pertandingan, vokal pada rekan-rekannya, serta tidak tergesa-gesa dalam memutuskan, saat sebelum hadirkan orgasme di detik terakhir.

Pernyataan khas seseorang kapten lalu terlontar dari mulut Kane selepas pertandingan. " Itu yaitu hal besar. Saya demikian bangga pada beberapa rekanan setim. Kami selalu melaju. Kami banyak bicara tentang kebersamaan serta kami mempunyai ikatan yang kuat berbarengan, " serunya semringah, ditulis The Guardian.

Southgate? Anda dapat menyimpulkan sendiri melalui selebrasi emosionalnya pada gol-gol timnya. Dia terang senang pada kemampuan anak asuhnya serta semakin yakini bahwa menunjuk Kane sebagai kapten Inggris, akan jadi satu diantara ketentuan paling baik dalam karir kepelatihannya.

Tetapi sudah pasti, itu baru pertandingan perdana Piala Dunia dengan Tunisia sebagai lawannya. Perjalanan Inggris masih tetap panjang untuk terlepas dari stigma lelucon turnamen akbar, yang dalam dua dekade paling akhir menempel erat.

Juga perihal Kane. Dia dituntut selalu menunjukkan kebesarannya untuk betul-betul menjelma jadi protagonis timnas Inggris, dalam pertandingan serta fase yang lebih krusial!

Bagaimana FIFA Menangani Rasisme Di Piala Dunia?


Gelaran Piala Dunia 2018 gak terlepas dari kegalauan gosip rasisme. Jadi pekerjaan FIFA sebagai penyelenggara buat menahan terjadinya perbuatan diskriminatif lebih-lebih untuk beberapa pemain.

Bek Inggris Danny Rose sudah bicara perihal peluang dia serta rekan-rekan setimnya bakal walk-out dari lapangan kalau jadi korban rasisme. Disamping itu presiden FIFA Gianni Infantino bersikeras bahwa ada gagasan buat hadapi tiap-tiap wabah rasisme sepanjang turnamen di Rusia.

Kenyataannya sepak bola Rusia perlu perjuangan panjang buat bersihkan reputasinya dalam soal rasisme, jadi seberapa siap negara itu serta FIFA mengatasi hal tersebut sepanjang Piala Dunia 2018? Tersebut pertanyaan serta jawabannya.

T : Apa latar belakang kegalauan perihal nyanyian diskriminatif di Rusia?

J : Ada banyak insiden beberapa waktu terakhir di Rusia dimana pemain hitam jadi tujuan nyanyian kasar serta spanduk. Yaya Toure alami pelecehan rasial sementara bermain buat Manchester City melawan CSKA Moscow pada Oktober 2013, sesaat beberapa orang seperti Samuel Eto’o, Roberto Carlos, Christopher Samba, serta Peter Odemwingie juga melaporkan insiden sama sementara bermain buat klub-klub Rusia.

Pada September 2016, jaringan Tare yang memonitor insiden rasis buat UEFA, mencatat bahwa pisang dilemparkan ke lapangan pada menit kedelapan di Liga Champions di Rusia kompetisi pada FC Rostov serta PSV Eindhoven serta konsisten disana sepanjang 15 menit.

T : Apakah Rusia sudah ambil langkah buat memberantas problem?

J : Russian Football Union (RFU) miliki seseorang komisioner perihal rasisme dalam sepakbola serta Vitaly Mutko, wakil perdana menteri serta eks menteri berolahraga, bersikeras mendekati Piala Konfederasi th. lantas bahwa Rusia tanpa ada toleransi pada rasisme.

“Bagi kami di Rusia, itu merupakan tantangan serta tanggung jawab, ” kata World Cup 2018 chief, Vitaly Mutko.

“Dan saya fikir itu merupakan pemecahan prima. FIFA tdk kompromi, toleransi 0. Dan buat Rusia, Federasi Rusia serta sepak bola Rusia sudah mengambil beberapa langkah sama, perbuatan ketat di Rusia. Itu merupakan problem yg tidak murni Rusia. ada di mana-mana didunia serta, sudah pasti, FIFA melawan fenomena itu. Kami bakal beri dukungan FIFA serta dalam usaha bersama-sama kami, kami bakal berusaha untuk mengalahkan itu. ”

T : Ibarat mana FIFA mengatasi insiden rasisme sepanjang Piala Dunia?

J : FIFA mengenalkan prosedur tiga langkah pada th. 2017 yang tersisa tanggung jawab di tangan petinggi kompetisi buat lagu rasis – atau tanda tanda lain dari perbuatan rasis – berlangsung sepanjang kompetisi.

Lebih-lebih, wasit miliki wewenang buat hentikan kompetisi serta meminta diumumkan terhadap umum gar prilaku diskriminatif berhenti. Bila ini tidak berhasil wasit sanggup tunda permainan hingga prilaku berhenti serta meninggalkan kompetisi bila kondisi berlanjut.

Presiden FIFA Gianni Infantino sudah menjanjikan “konsekuensi serius” yg tidak khusus bila insiden rasisme berlangsung sepanjang Piala Dunia.

Saya tak lagi menyampaikan bahwa saya prihatin perihal diskriminasi, hak asasi manusia atau keamanan, tapi terang kami beranggap itu amat, amat serius serta kami sudah ambil langkah yang pas, ” kata Infantino. Dalam soal diskriminasi, kami bakal miliki prosedur yang pasti, termasuk juga sistem tiga langkah buat wasit yang bisa hentikan, menangguhkan atau bahkan juga meninggalkan kompetisi bila berlangsung diskriminasi. Kami miliki sistim pemantauan serta lantas sanksi segera bila suatu hal berlangsung. Kami terang mengharapkan ini tdk berlangsung serta banyak orang sudah diperingatkan bahwa bila ini berlangsung bakal ada konsekuensi serius. ”

T : Apa latar belakang komentar Rose?

J : Bek Tottenham sudah bicara dengan cara terbuka memberi kabar keluarganya dia tidak akan mereka ke Rusia dikarenakan kegalauan atas keselamatan mereka sepanjang turnamen.

Dia juga melukiskan hukuman FIFA yang “menggelikan” serta “menjijikan” hukuman FIFA menjatuhkan RFU 30. 000 Franc Swiss (kira-kira $ 30. 000) sesudah pengucapan diskriminatif pada pemain hitam Prancis sepanjang kompetisi persahabatan melawan Rusia di St Petersburg pada bln. Maret.

T : Rose juga merekomendasikan bahwa pemain Inggris dapat walkout kalau beroleh perbuatan rasis. Southgate bersikeras tim tak lagi melaksanakan itu, jadi apa yang bakal berlangsung bila mereka melaksanakannya?

J : Itu masih tetap ialah dugaan. Southgate menyampaikan bahwa Inggris berisiko dilempar keluar dari turnamen bila beberapa pemain walkout, tapi tiada ketentuan yang pasti buat beri dukungan hal tersebut berlangsung sepanjang Piala Dunia. (Sumber : espnfc. com)

Laws of the Game memperlihatkan bahwa tim yang walkout dari lapangan bakal kalah serta membuat wasit meninggalkan permainan serta memberikannya kemenangan terhadap tim yang tersisa di lapangan.

Apakah suatu tim bakal terlempar keluar dari Piala Dunia dengan peristiwa seperti ini, masih tetap belum terang. Namun satu hal yang pasti : Dalam soal perbuatan diskriminatif, FIFA mau wasit (serta asistennya) buat bikin ketentuan perlu.

Argentina Hanya Berkaca Pada Lionel Messi


 


Apa yang dipentaskan Lionel Messi hadapi Islandia, seperti mengatakan begitu berat beban yang dipikulnya atas ekspektasi tinggi di tim nasional Argentina.

Konsisten jadi favorite juara dunia walau hampir gak berhasil ke Piala Dunia 2018, sebagian besar khalayak sepakbola kelihatannya cuma melihat Tim Tango melalui kebesaran Lionel Messi.

Khalayak bisa saja lupa bahwa federasi sepakbola Argentina tengah direvolusi, Jorge Sampaoli baru satu tahun paling akhir jadi pelatih kepala, serta banyak pilar tim nasional masih tetap terjangkit derita langka karena kalah beruntun di tiga final turnamen akbar.

Kebanyakan orang bagaikan setuju bahwa sederet persoalan berat itu dapat segera tersolusikan dengan hadirnya Messi. Seperti kala La Pulga torehkan hat-trick di Ekuador, buat yakinkan Argentina lolos dari lubang jarum ke Rusia.

Ironisnya, sikap ini juga diyakini oleh internal tim Argentina. Dunia mereka hancur disaat Messi pernah putuskan pensiun, namun lalu kerjakan kekeliruan besar pada langkahnya menyongsong kembali sang megabintang

Gak tahu ini Edgardo Bauza sampai digantikan Sampaoli yang menjabat sebagai pelatih kepala, seluruhnya bangun taktik dengan Messi sebagai porosnya. Normal, lantaran apabila Anda punya seseorang Messi didalam tim, Anda tdk dapat tdk membuatnya sebagai pusat permainan.

Tetapi kekeliruan besar Bauza serta Sampaoli yaitu mereka tdk memberikannya celah buat hadirkan alternatif, disaat Messi ada di hari buruknya. Lebih tidak baik, memahami ini bagaikan terdoktrin di kepala banyak pemain yang lain. Sederhananya, hasil Argentina dapat semuanya tergantung pada performa Messiah.

Ketergantungan yg tidak pernah sebegitu besarnya terbentuk, saat Alejandro Sabella serta Gerardo " Tata " Martino hampir membawa Argentina memenangkan Piala Dunia serta Copa America tempo hari.

Semuanya terkena demikian terang mulai sejak babak kwalifikasi. Messi menjadi salah satu penggawa Argentina yang masuk papan score di pertandingan kompetitif internasional, mulai sejak November 2016 lantas sampai sebelum akan Piala Dunia 2018.

Jadi lebih tegas tampak seperti Argentina -- dengan cara tdk mengagetkan -- ditahan imbang 1-1 oleh Islandia di partai pembuka Piala Dunia 2018, dengan Messi ada di hari buruknya.

Tampak 90 menit, Messi jadi pemain yang paling aktif membahayakan gawang Islandia melalui 11 tembakan ke arah gawang. Dia juga jadi pemain ke dua dalam laga, yang paling banyak kerjakan sentuhan (115 kali) dan operan (71 kali).

Selama pertandingan Sampaoli nyata-nyata bikin aliran bola sekedar tertuju pada Messi. Dia meremehkan alternatif buat bebaskan umpan silang ke penyerang paling utama atau bahkan juga sedikit membebaskan pemain " cameo-nya " kerjakan tembakan spekulatif.

Serta seperti diterangkan pada awal mulanya, semuanya selesai hampa lantaran Messi tengah ada di hari buruknya plus dikawal oleh sepuluh pemain Islandia. Cuma tiga tembakan pas arah bisa dihasilkannya, akurasi operannya sekedar menyentuh 84, 5 prosen, serta pastinya tidak berhasil mengeksekusi hadiah penalti yang didapatkan.

Banyak pihak lalu memperbandingkan beban yang dipikul Messi, mirip dengan rival abadinya, Cristiano Ronaldo, di Portugal. Messi juga direndahkan, lantaran Ronaldo bisa memikulnya dengan tambah baik. Lebih-lebih di pertandingan pembuka Piala Dunia 2018 itu, dimana sang rival torehkan hat-trick.

Tetapi dengan semua hormat, Portugal tidaklah sebesar Argentina. Pelatih Seleccao, Fernando Santos, juga gak bikin timnya tergantung 100 prosen pada Ronaldo. Ingat, mereka memenangkan Euro 2016 lantas dengan CR7 cuma bermain sepanjang 25 menit di final.

Faktanya yaitu Messi saat ini udah ada pada titik dimana dia menanggung tanggung jawab yang terlalu berat buat Argentina. Mutunya benar-benar menakjubkan, dia bisa saja pesepakbola paling baik dalam peristiwa, namun sosoknya tetaplah manusia yang performanya diatas lapangan dapat terganggu karena factor non-teknis.

Argentina mesti cepat memahami bahwa mereka gak dapat lagi berkaca cuma pada Messi seseorang. Terdapat banyak pemain memiliki kwalitas lain didalam scuad, yang dapat vital berperan pada tim serta dilepaskan dari doktrin Messidependencia.

Kroasia serta Nigeria yang merasa lebih berat, akan jadi jawaban apakah Argentina bisa mengikis beban berat yang dipikul Messi. Apabila tidak berhasil, bukan hanya gak bisa saja mereka dapat mengulang tragedi di Piala Dunia 1994 serta 2002 disaat terlalu tergantung pada Diego Maradona serta Gabriel Batistuta.

Gerard Pique: Kebiasaan Cristiano Ronaldo Gampang Terjatuh!



Gerard Pique menilainya Cristiano Ronaldo miliki kebiasaan mudah terjatuh serta membesar-besarkan kondisi waktu dilanggar hingga timnya di beri free-kick.

Bek Spanyol Gerard Pique mengkritik superstar Portugal Cristiano Ronaldo dengan menyebutkan rivalnya ini miliki kebiasaan menjatuhkan diri di lapangan.

Megabintang Real Madrid ini cetak gol indah dari sepakan bebas di menit ke-88 sesudah dijatuhkan Pique. Selanjutnya, sepakan bebas ini menyelamatkan satu poin untuk Portugal di pertandingan perdana Group B Piala Dunia 2018.

Gol pertama Ronaldo juga datang dari kondisi bola mati sesudah dia terjatuh di kotak penalti serta berbuah sepakan 12 cocok.

Pique mengakui jengkel dengan ketentuan wasit yang memberi pelanggaran untuk Roanldo. Untuk defender Barcelona ini, Ronaldo type pemain yang senantiasa membesar-besarkan kondisi saat dia dalam posisi dilanggar.

" Kami mempunyai kesempatan semakin banyak. Mereka mempunyai tiga tembakan serta cetak tiga gol, " tutur Pique.

" Kompetisi jalan ke satu arah serta Anda mesti menghadapinya. Merasakan pertandingan pembuka Piala Dunia dengan penalti hampiri Anda di menit ke-2, jadi Anda mesti ada dalam perasaan yang bagus sesudah kompetisi jalan. "

" Cristiano punya kebiasaan mudah lakukan diving, " tandas Pique.

Spanyol memanglah menguasai kompetisi serta pernah memimpin pertandingan karena gol Diego Costa serta Nacho Fernandez saat sebelum pada akhirnya Ronaldo jadi juru selmat untuk Portugal melalui sepakan bebas telatnya.

Laporan Pertandingan Piala Dunia 2018: Rusia 5-0 Arab Saudi


Pesta gol tuan tempat tinggal dalam laga pembuka Piala Dunia diwarnai dengan tindakan impresif Golovin sebagai bintang lapangan.

Rusia berhasil buka gelaran Piala Dunia 2018 dengan raihan kemenangan telak 5-0 atas Arab Saudi di Stadion Luzhniki, Kamis (14/6) malam WIB. Tiga poin itu mengantar mereka duduk di puncak klassemen sesaat Group A.

Tuan tempat tinggal segera menghadirkan permainan positif mulai sejak awal serta gol pembuka datang pada menit ke-12. Yury Gazinskiy mengemas gol perdana untuk Rusia sesudah berhasil memakai umpan lambung Aleksandr Golovin dengan sundulannya tidak berhasil dibendung Abdullah Al Mayouf.

Selepas kebobolan, pertahana Arab Saudi terlihat gampang ditembus serta dua menit berselang Alan Dzagoev nyaris melipat-gandakan kelebihan Rusia. Kans ini jadi tindakan paling akhir Dzagoev di lapangan lantaran alami cedera hamstring serta ditarik keluar untuk digantikan Denis Cheryshev.

Perubahan itu tidak merubah corak permainan Rusia yang selalu menguasai. Sesaat Arab Saudi susah meningkatkan permainan meski lebih unggul dalam penguasaan bola, wakil Asia itu kurang efisien dalam bangun serangan.

Dua menit mendekati turun minum, Cheryshev bikin umum tuan tempat tinggal bersorak. Gelandang serang Villarreal itu mengemas gol ke-2 Rusia lewat tembakan keras, sebentar sesudah mengecoh kejaran dua penggawa Arab Saudi dengan tehnik tinggi.

Di babak ke-2, Juan Antonio Pizzi memberikan instruksi Arab Saudi untuk bermain lebih terbuka. Serta ketentuan itu nyaris terbayar jika Taisir Al Jassim yang berdiri bebas di muka gawang Igor Akinfeev dapat menyambar bola diagonal yang datang dari segi kanan.

Rusia yang terus menjaga irama permainan mereka mempunyai peluang lain untuk dapat menjauh di papan score. Cuma saja kesempatan yang didapat Cheryshev pada menit ke-65 tidak mengarah mulus ke gawang Arab Saudi yang dikawal Al Mayouf.

Ketentuan pelatih Stanislav Cherchesov untuk ganti Fyodor Smolov dengan Artem Dzyuba pada menit ke-70 membawa hasil. Kurang dari semenit menginjakkan kaki di lapangan, striker 29 th. itu jadi besar kelebihan Rusia lewat tandukan mematikan yang melanjutkan umpan Golovin.

Arab Saudi hampir tidak dapat banyak berbuat bahkan juga di bekas saat permainan, praktis Akinfeev tidak demikian berusaha keras dalam melindungi gawang Rusia. Malah tuan tempat tinggal makin menjauh melalui sepakan dampak kaki kiri Cheryshev di saat penambahan saat yang melejit ke pojok kiri atas gawang Arab Saudi.

Pertahanan Arab Saudi selalu jadi bulan-bulanan saat laga bakal selesai. Golovin, yang pada awal mulanya cetak dua assist, jadi bintang kemenangan Rusia dengan membukukan gol ke lima timnya lewat sepakan bebas akurat sebagian detik saat sebelum wasit meniup peluit panjang.

Liverpool Terus Tempel Kiper Lazio


Liverpool memfokukan perhatian pada kiper Lazio Thomas Strakosha sehabis kesusahan mendaratkan Alisson Becker.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp meneruskan pencarian penjaga gawang baru untuk mengarungi musim depan.

Sehabis kesusahan memperoleh bintang AS Roma Alisson Becker dikarenakan harga yg di anggap kemahalan, Klopp konsisten mengupayakan mencari penjaga gawang yg bermain di Roma

The Reds waktu ini fokus perhatian pada kiper andalan Lazio Thomas Strakosha sehabis tidak bisa mendaratkan Alisson. Demikian klaim Il Messaggero.

Awalannya Klopp mencari sosok-sosok kenamaan seperti Alisson serta penjaga gawang Barcelona Jasper Cillessen. Akan tetapi laporan teranyar menyebutkan Klopp mencari altarnatif penjaga gawang yg harga nya ekonomis.

Jikalau di jual, Lazio di percayai mematok Strakosha sejumlah £30 juta sehabis mencatatkan 50 tampilan di semua laga di beberapa laga.

Liverpool repot mencari kiper anyar sehabis duo Loris Karius serta Simon Mignolet di anggap terlihat kurang memuaskan.

Willy Caballero: Argentina Tak Hanya Bergantung Pada Lionel Messi


La Albiceleste pernah dibantai Spanyol dalam pertandingan eksperimen tanpa ada diperkuat Messi.

Tim nasional Argentina tidak sekedar hanya tergantung pada Lionel Messi serta dapat menangani absensi sang superstar Barcelona, sekian klaim Willy Caballero.

Mimpi jelek pernah dihadapi Argentina saat tampak dalam eksperimen internasional tanpa ada Messi pada Maret lantas serta saat ini menelan kekalahan memalukan 6-1 dari Spanyol.

Meski Messi bakal seutuhnya fit untuk Piala Dunia 2018, Caballero terus menyatakan bahwa timnya tidak bakal mengulang kekalahan sama, dengan atau tanpa ada diperkuat La Pulga.

" Ini adalah pertandingan yang aneh, sangatlah aneh, " tutur penjaga gawang Chelsea itu saat kembali kenang kekalahan lawan Spanyol.

" Hasil pada akhirnya sangatlah aneg lantaran mereka mempunyai enam peluang serta cetak enam gol. Kami mempunyai empat namun cuma cetak satu gol. "

" Jadi performa kami tak tercerminkan pada hasil akhir. Namun ini bagus lantaran memberi kami saat untuk berkembang. Sudah pasti, diatas kertas banyak yang bicara lantaran 'Messi tak bermain atau Angel Di Maria tak bermain. Tetapi kami membela Argentina serta mengerjakannya cukup baik. "

" Oleh karena itu tidaklah utama siapa yang keluar. Kami mesti lakukan semuanya tambah baik sama dengan yang kami kerjakan waktu lawan Italia menang 2-0 empat hari pada awal mulanya. "

Argentina bakal bersua Islandia, Kroasia serta Nigeria dalam kampanye Group D mereka di Piala Dunia th. itu.