Breaking
Loading...
Home » » 5 Faktor yang Melemahkan MU Musim Ini

5 Faktor yang Melemahkan MU Musim Ini





Jakarta Manchester United (MU) mulai tunjukkan tanda tidak berkelanjutan dalam tampilan. Walau masih tetap tempati posisi ke-2, ada beberapa aspek yang mulai melemahkan anak-anak bimbingan Jose Mourinho.

Kekalahan dari Chelsea minggu lantas tunjukkan hal tersebut. MU seringkali sekali menyerang dengan keseluruhan tujuh sepakan, tapi hanya dua yang mengarah tujuan.


Minimnya Pilihan Skuat

Club yang berkompetisi dalam tiga-empat pertandingan dengan berbarengan pasti mesti miliki kedalaman scuad yang cukup. Tetapi, hal tersebut tidak berlangsung di Man United.

United sekarang ini mempunyai scuad yang penuh, tapi menumpuk di sebagian tempat. Tidak termasuk juga gawang, gelandang tengah serta gelandang serang kiri, Setan Merah tidak mempunyai kedalaman yang penting untuk selalu menantang trofi di tiap-tiap pertandingan.

Eric Bailly serta Phil Jones yaitu bek tengah pilihan, Chris Smalling kerapkali punya kebiasaan berkompetisi di kompetisi Eropa. Tengah, Victor Lindelof belum juga nyetel di Manchester serta tampilan terakhirnya berlangsung waktu kalah dari Huddersfield. Itu tunjukkan bek mereka begitu padat.

Lain dengan striker. Terkecuali Romelu Lukaku, tak ada striker tim yang dapat diinginkan cetak gol tiap-tiap minggunya. Marcus Rashford kadang waktu sudah di dukung untuk bermain di dalam dengan Lukaku, tetapi tidak tunjukkan mutunya belakangan ini.

Bahkan juga di lubang di belakang penyerang, United mempunyai pemain yang telah mapan, seperti Juan Mata serta Henrikh Mkhitaryan. Tetapi keduanya tidak berhasil membuat kesempatan sejumlah tim papan atas yang lain.

Akhirnya, tim Mourinho walau tampak penuh dengan nama kelas dunia, masih tetap belum juga hasilkan product jadi. Hal semacam ini sebagai terbatasnya serta mesti diantisipasi bursa transfer Januari yang akan datang.


Perlu Full-Back

Dua dari lubang menganga di scuad Manchester United yaitu tempat full-back. Saat satu tim menginginkan untuk menantang titel serta hanya andalkan Valencia yang telah berumur 32 th. jadi bek kiri serta kanan belakang, Anda mesti terima kalau ada problem serius dalam tempat itu.

Luke Shaw, yang sempat jadi bek termahal didunia, sudah tidak berhasil. Ashley Young sempat mengakui dalam satu wawancara, lebih sukai bermain jadi pemain sayap dari pada fullback.

United dengan tradisionil jadi tim yang dapat membuat kesempatan lewat tengah serta lewat ke-2 sisinya. Kapan juga fullback mempunyai permainan yang tenang, tekanan pada gelandang serang serta playmaker bertambah untuk memberi servis pada striker.

Sayangnya, walau Young (1 assist) serta Valencia (0 assist) sudah melakukan pekerjaan bertahan dengan menarik, tapi masih tetap kalah dari nama lainn. Saksikan saja Cesar Azpilicueta dari Chelsea (5 assist), Kieran Trippier dari Tottenham Hotspurs (4 assist) serta Kyle Walker dari Manchester City (4 assist). 

 

Penurunan Perform Mkhitaryan

Mkhitaryan terakhir jadi tulang punggung buat tim. Pada awal ia memberi 5 assist serta cetak gol untuk Red Devils.

Dalam tujuh kompetisi liga pertamanya untuk Setan Merah, dia membuat keseluruhan 22 kesempatan. Tapi, dalam empat kompetisi liga tersebut, dia cuma dapat membuat 2 kesempatan saja.

Pemain Armenia itu juga cuma lakukan 39, 5 umpan per game, kalah apabila dibanding duet City David Silva (82, 1) serta Kevin De Bryune (76, 4) rata-rata per game. Untuk pemain yang peranan intinya yaitu membuat serta berikan kesempatan, itu yaitu tingkat keterlibatan yang begitu rendah dengan tim.

Kebetulan, Silva (2, 6) serta De Bruyne (2, 9) mempunyai semakin banyak umpan kunci per game dari Mkhitaryan (2. 1). Perihal ini pula yang jadi argumen kenapa Manchester City saat ini memuncaki klassemen dengan selisih 8 point dari Man United.



Lukaku Perlahan-lahan Mandek

Lukaku mempunyai problem sendiri yang menghambat dianya untuk cetak semakin banyak gol buat Man United Dalam delapan tampilan pertamanya di liga, dia mempunyai 16 tembakan pas tujuan serta 8 tidak sesuai sama tujuan.

Tetapi terakhir, statistiknya alami penurunan mencolok. Melawan Huddersfield, Tottenham, serta Chelsea, dia cuma mempunyai keseluruhan 2 tembakan pada tujuan serta 3 tidak pas tujuan.

Pada sebagian kompetisi, bek lawan sudah berhasil mengisolasi dia. Problem intinya yaitu striker Belgia itu malah terkadang mesti turun jemput bola serta mengoper ke Martial atau Rashford.

Mengakibatkan, dia tidak memperoleh peluang untuk menembak ke gawang. Hal semacam ini mesti jadi perhatian serius Mourinho.


Cederanya Paul Pogba

Musim ini, efeknya tidak sangat tampak di United. Nemanja Matic sudah menanggung tanggung jawab untuk menolong bek serta menahan serangan lawan.

Pogba yaitu pemain hebat yang dapat menjaga penguasaan bola, menggiring, mencegat dan mendalangi serangan dari belakang. Tanggung jawab intinya tetaplah untuk mematahkan serangan lawan serta mulai serangan balik United.

Akan tetapi, cedera hamstring dalam kompetisi Liga Champions melawan Basel sudah membuatnya tidak hadir mulai sejak 12 September. Mulai sejak tidak hadir, Mourinho memakai Marouane Fellaini serta Ander Herrera.

Tetapi, keduanya tidak miliki visi sebaik Pogba. Akhirnya, servis ke striker berkurang. Diluar itu, ketidakhadirannya juga sangat mungkin tim lawan untuk banyak kuasai bola serta mengatur kompetisi

UNTUK PENDAFTARAN POKER : AGEN POKER TERPERCAYA

Share this Post Share to Facebook Share to Twitter Email This Pin This

0 comments:

Post a Comment